Rabu, 04 April 2012


Si Coklat yang Setia

Kerinduanku padamu seakan menjalar dalam rutinitasku.Ya, itu kurasakan saat aku meninggalkanmu. Bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi. Tapi, aku telah memilih dia untuk menikah dengan hobiku. Kau pasti tau hobiku itu. Selain berpetualang denganmu aku diam-diam menyispkan  dia diantara kita. Dialah yang membawaku  pada keluarga baru. Keluarga sederhana yang sangat mencintai hujan dan mengagumi indahnya pelangi.  Taukah kau ketika kulihat rupamu ingin rasanya aku ke masalalu. Menikmati hujan bersamamu. Menjeljahi rimba dan  menyusuri aliran sungai. Ketika matahari menyapa dengan teriknya kau setia menemaniku. Yakinlah aku akan menyimpan kisah kita dan akan kuceritakan pada anak dan cucuku.
Kaulah baju Pramuka SMAku….

                                                            Patumbak, 4 April 2012







Selasa, 03 April 2012


Jejak Hidup
 gambar:net
Saban hari aku terus menelusuri salah satu pusat pasar di kotaku. Menjajakan kantungan plastik kepada para ibu itu pekerjaanku. Tak jarang kujumpai watak yang sombong, acuh dan kadang diam menghiraukan tawaranku.
Tapi, ya sudahlah itu menjadi pelajaran dalam hidupku. Apalagi pereman pasar yang sering minta bagian. Tapi, tak apa kuanggap itu sedekah.
Sepulang sekolah menikmati bau anyir, amis, dan baju berlumpur sudah menjadi kawan karibku. Terik matahari pun menjadi saksi dalam perjalanan hidupku. Sudah dua tahun aku menjadi tulang punggung adik-adikku. Sebab ayah dan ibuku tersangka dalam kasus korupsi. Hilang harta, hilang kasih sayang. Tapi, kejujuran akan kutegakkan.   
Dunia Koma, 23 Maret 2012
*DSL

Selasa, 27 Maret 2012

PUISI PERDANA DI HARIAN MEDAN BISNIS, 11 MARET 2012


Mengeja semburat pelangi

                                                         
Saat langit menjunjung sejuta harapan
Dengan anggun

Merahmu…
Menterjemah pengorbanan yang mengalir
dalam sajak kehidupan

Kuningmu…
Melambangkan berhati-hati
Disetiap fase yang berjalan
Sebab tikungan silih beraganti mendewasakan

Tak alpa,
Hijaumu mengingatkan
Bahwa jejak dengan ridho-Nya
Akan lebih indah
Seindah warnamu
                        Pelangi.

                                                            Dunia KOMA

                                                            Patumbak,07 Februari 2012

Melepas resah


Temaram dekaplah tubuhku
Selembut dekap ibu
Biar tenang jiwaku
Hingar bingar hari  meranggas hidupku
Liku menyatu bagai paku di rongga dadaku
Hanya binar mata ibu
Bingkis jiwaku tak ragu
melepas resah di kalbu
                                                                                                  Dunia koma, 2011






Profilku Di Harian Medan Bisnis

Antara Travelling dan Menulis - Harian Medan Bisnis

Selasa, 07 Februari 2012

HALAL BI HALAL

Minal Aidin Wal Fa’izin
Maafkan lahir dan batin
            Kalimat yang tertera di atas adalah sebuah kalimat yang sering kita dengar dan pula kalimat yang sering orang ucapkan saat hari raya Idul Fitri tiba. Pasalnya, Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, ibarat secarik kertas putih. Siapa sih, yang tidak mau kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan?  Pada momentum ini, pastinya telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar yang namanya  Kegiatan Halal Bihalal.
            Dalam kenyataan perjalanan hidup manusia senantiasa tidak lepas dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikkan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Sedangkan dosa yang paling sering kita lakukan adalah kesalahan terhadap sesama manusia. Tidak bisa dipungkiri, kalau ada tingkah laku dan bicara kita yang menyakiti atau menyinggungi perasaan orang lain, walaupun, tanpa disengaja. Nah, pada moment Idul Fitri inilah peluang atau kesempatan kita untuk saling meminta maaf. Budaya saling memaafkan ini disebut dengan istilah Halal Bihalal. Sahabat belia, apa sih sebenarnya Halal Bihalal itu? Dan apa pula manfaatnya bagi kehidupan kita? Yuk! Kita cari tahu lebih dalam lagi.
Memang Halal Bihalal  terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Namun, sebenarnya, istilah ini sama sekali tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab, tidak pula ada pada zaman Nabi SAW dan para sahabat. Karenanya, kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah ini. Justru Halal Bihalal masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat.
Halal Bihalal juga merupakan tradisi yang sangat unik. Karena sebuah hasil kreasi dan budaya masyarakat Indonesia, yang tidak akan pernah dijumpai di negri di mana Islam pertama kali diturunkan. Ini dapat dibuktikan dari pernyataan di atas tentang asal usul kata Halal Bihalal. Selain itu, Al-Qur’an dan Hadis tidak ada juga ditemukan istilah Halal Bihalal. Jadi, dengan tegas dalam Islam, istilah Halal Bihalal tidak ada. Tapi, karena Islam mengajarkan sikap rasa persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Sedangkan halal bihalal memiliki tujuan yang sama dengan ajaran Islam itu. Maka, budaya Halal Bihalal telah berkembangbiak dengan baik di Negara kita.
            Hari raya Idul Fitri bukan hanya berkaitan dengan baju baru, ketupat, lontong maupun sejenis kue lainnya yang menjadi ciri khas untuk menyambut “hari kemenangan”. Namun, sangat erat hubungannya dengan kegiatn Halal Bihalal, sebuah tradisi yang hanya ada di Indonesia dan merambah ke Negara tetangga. Tradisi budaya saling memaafkan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh ini, bukan saja dilakukan oleh umat islam saja tapi  non islam pun turut larut di dalamnya. Fenomena ini adalah fenomena yang hanya terjadi di Tanah Air kita, yang menjadi refleksi ajaran islam yang menekankan pada sikap dan persatuan dalam wadah Negara kita.
            Berkaitan dengan tradisi saling memaafkan saat hari raya Idul Fitri dalam Halal Bihalal, sampai kini, terkesan menjadi sebatas ritual yang lebih bersifat simbolis. Namun, tujuannya sangat mulia, tidak ada salahnya untuk tetap dilestarikan. Intinya adalah silahturahmi, yaitu menyambung tali kasih sayang antar sesama manusia yang semulanya renggang. Untuk hal inilah, seorang pengajar Madrasah Diniyah Awaliyah Harapan Islamiyah, ibu Wan Zuryana Nasution mengatakan Halal Bihalal itu hanyalah sebuah ungkap istilah saja di Indonesia. Maksudnya, kegiatan saling maaf-memaafkan dengan cara silahturahmi. Saling mengunjungi atau berjumpa di suatu tempat dengan memanfaatkan momentum lebaran. Walaupun, terkadang kita tidak tahu kesalahan apa yang kita lakukan. Tetapi, kalau meminta maaf di hari lain justru kita sudah tahu kesalahan kita.
            Berbicara mengenai manfaat dari Halal Bihalal, lanjutnya, bisa mempererat hubungan silahturahmi. Yang biasanya kita belum tentu berjumpa, dengan momentum lebaran jadi bisa berjumpa. Sekaligus menjadi refleksi bahwa islam adalah agama toleransi, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dan damai dengan semua agama. Perbedaan agama bukanlah untuk saling memusuhi dan mencurigai tetapi hanyalah sebagai sarana untuk berlomba-lomba dalam kebajikan. Sampai saat ini, Halal Bihalal telah menjadi fungsi sebagai media pertemuan dari segenap warga masyarakat termasuk di dalamnya anak remaja. Dengan adanya acara saling memaafkan antar manusia, hubungan dapat menjadi lebih akrab. Karena tradisi berhalal Bihalal memiliki dampak yang positif  maka tradisi ini perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Pendapat senada juga dikemukakan oleh seorang Alummi SMA Istiqlal Deli tua bernama Nurdiansyah bahwa manfaat Halal Bihalal yaitu, dapat memperkuat tali silahturahmi, karena dengan saling memaafkan, jiwa kita akan menjadi tentram dan tenang. Tanpa ada rasa permusuhan yang pernah kita lakukan. Selain itu, dapat mengingatkan kita akan dosa sebagai manusia, kita yang selalu dilumuri dengan dosa, karena manusia memang tempatnya untuk salah. Jadi dengan adanya, Halal Bihalal kita bisa saling mengingatkan bahwa kita para manusia tidak ada yang luput dari kesalahan. Untuk itu, kita harus saling memaafkan.
            Dia pun menambahkan, Halal Bihalal dapat membuat prilaku lebih baik untuk ke depannya menjadi manusia yang lebih berguna. Jangan sudah maaf-maafan, habis itu, dibuat lagi kesalahan yang sama, itu namanya tobat sambal pete! Tuturnya dengan canda.
            Betapa indah dan sejuknya hidup ini, bila kita selalu berbagi kasih sayang kepada makhluk hidup, khususnya sesama manusia. Tidak akan ada yang menyangkal, tradisi silahturahmi dan saling bermaafan antar sesama manusia adalah hal yang sangat indah. Sebuah proses untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Memaafkan kasalahan orang tidaklah mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Karena rasa sakit hati tidaklah gampang disembuhkan, apalagi bila sakit hati terlalu dalam lukanya. Itulah sebabnya, mengapa kita harus melatih diri memaafkan kesalahan orang lain. Seperti pisau yang diasah setiap hari akhirnya akan tajam jua begitu juga dengan diri kita.
Namun, berhalal bihalal, semestinya bukan semata-mata untuk bersilahturahmi dan saling memaafkan yang biasanya hanya melalui lisan, kartu ucapan maupun lewat SMS. Tetapi, harus diikuti juga oleh perbuatan-perbuatan yang baik dan menyenangkan hati orang lain. Meminta maaf  kepada orang lain kan tidak boleh setengah-setengah.
Sahabat Belia, ternyata banyak lo hikmah yang dapat kita ambil dari adanya tradisi Halal Bihalal dan pastinya sangat berguna bagi diri kita sendiri, yaitu;
·         Membentuk sikap kasih sayang kepada sesama manusia.
·         Mewujudkan sifat ramah-tamah diantara sesama manusia, dengan cara bertegur sapa.
·         Mewujudkan pergaulan dengan akhlak yang baik.
·         Membuat kita berpikir positif terhadap orang lain. Yang jelas akan menghindarkan diri kita dari buruk sangka.
·         Memiliki tutur kata yang lembut dan berjabat tangan apabila berjumpa dengan sesama manusia.
·         Dapat membebaskan diri kita dari belenggu rasa bersalah.
·         Membuat kita semakin mengerti akan arti keikhlasan. Karena kita harus memaafkan kesalahan orang lain.
Nah, pada momentum ini juga anak remaja akan ikut mengadakan Halal Bihalal setelah liburan lebaran, khususnya bagi anak sekolahan. Biasanya, anak remaja akan berkumpul di salah satu rumah sahabat mereka. Setelah sebelumnya, melakukan acara salam-salaman terhadap guru mereka. Segelitik pertanyaan klise pun, tak ketinggalan turut serta dalam acara Halal Bihalal yang mereka buat. Dapat THR berapa? Berapa pasang baju hari rayamu? Gimana serunya mudik? Dan sederet tanya yang remeh-temeh. Jadi, bagaimana dengan acara Halal Bihalal Sahabat Belia? Apa sudah meminta maaf atau telah memberi maaf  kepada orang lain, khususnya terhadap ayah dan ibu?
Kalau belum, mari kita ulurkan tangan untuk bersalaman di hari yang fitri ini. Semoga dengan ini, kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Catatan diary 4 Semptember 2011
selama magang menjadi Reporter Tamu di Harian Medan Bisnis, banyak pengalaman seru, bahagia, maupun sedih.


Ajeng Miftahul Ula
(KOMA/UMN Al –Washliyah)
Dengan berakhirnya lebaran maka berakhir pula tugas menjadi reporter tamu, yah saatnya tiba dipeliputan terakhir. Sebuah perjalanan yang indah, unik dan menarik berada di sini. Semoga ilmu dan pengalaman yang berharga ini dapat berguna kedepannya. Sesungguhnya, kami hanyalah manusia biasa yang kadang tak luput dari salah, sepenuhnya diri kami memohon maaf atas kesalahan selama menjadi reporter tamu. Mudah-mudahan akan ada lain waktu untuk kembali hadir di sini.

Dina syahfitri Lubis
(KOMA/UMN Al –Washliyah)
Selamat hari raya Idul Fitri 1432 H. Bagi sahabat Belia yang merayakannya. Walau dalam suasana lebaran tidak menutup kemungkinan untuk kegiatan yang positif. Nah, di bulan syawal ini. Yuk! Kita hamparkan jalan untuk saling bermaaf-maafan. Mari rayakan hari kemenangan. Sucikan hati, sucikan diri tetap jalin silahturahmi. See u next time. 

Ayu Sundari Lestari
(KOMA/UMN Al –Washliyah)
Waktu begitu cepat bergulir, tak terasa  perpisahan pun kini tiba. Yah, dipeliputan terakhir ini adalah semacam oleh-oleh dari buah indahnya hari raya Idul Fitri. Tentunya, semua pengalaman selama berada di sini,  akan menjadi sepotong episode yang manis. Yang kelaknya akan menjadi kenangan dan mungkin saja berguna untuk kedepanya. Di penghujung jalan ini, sebuah  kata maaf terurai dari diri ini atas kesalahan selama berada di sini. Semoga waktu dapat mengembalikkan kami ke tempat ini. Sampai bertemu lagi! J

Mudik Yuk....... Mudik


Tak terasa Ramadhan sudah diujung bulan, itu berarti 1 Syawal akan segera tiba. Untuk menyambut hari kemenangan ini biasanya umat muslim selalu mempersiapkannya dengan suka cita demi perayaan yang sempurna.
Merayakan hari lebaran tak terlepas dari segala persiapan pernak-perniknya. Persiapan ini seolah telah menjadi tradisi yang tak boleh ketinggalan misalnya kue lebaran,baju lebaran, ketupat lebaran,pernak-pernik khas lebaran lainnya dan yang paling penting rutinitas tahunan yang tak boleh terlewatkan bagi para perantau adalah mudik.
Mudik,sebuah fenomena yang tak biasa yang terjadi ditiap tahunnya yang sudah menjadi tradisi atau kultur bagi umat muslim di Indonesia.Mudik artinya pulang ke kampung halaman. Mudik sudah menjadi keharusan dan suatu fenomena sepanjang masa bagi para perantau yang ingin merayakan hari lebaran bersama dengan ibu,bapak,kakak,adik,abang,tante,om,uwak, opung,nenek,kakek, dan seluruh sanak keluarga lainnya yang biasanya dilakukan oleh perantau yang bekerja atau bersekolah di kota,tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa yang kuliah di kota  biasanya akan pulang ke kampung halaman ketika jadwal kuliah telah diliburkan baik itu di awal Ramadhan,pertengahan atau bahkan ada juga yang pada H-2 sebelum perayaaan hari lebaran, pasalnya masih ada tugas kuliah yang harus diselesaikan. Tugas-tugas kuliah sebaiknya memang harus diselesaikan sebelum pulang ke kampung halaman agar ketika perayaan hari lebaran dapat dinikmati dengan hikmat dan tenang tanpa ada pikiran tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.
Bagi para mahasiswa yang punya kampung halaman namun tadak bisa pulang disebabkan sesuatu hal seperti sakit,tidak ada ongkos,pekerjaan yang tidak bisa ditinggal terlalu lama,kehabisan tiket atau hal –hal lainnya maka lebaran ibarat sayur tanpa garam,rasanya hambar dan tidak enak untuk dimakan dan dinikmati. Begutu juga dengan seorang mahasiswa  yang enggan namanya disebutkan ini ,“ Saya tidak pulang kampung seperti pada tahun sebelumnya karena ada masalah pribadi antara saya dengan orang tua saya’’tuturnya. Jika sudah begini hal yang dilakukannya untuk marayakan hari lebaran tanpa keluarga adalah menyendiri di kost-kostan  ataupun sekedar berjalan-jalan untuk menghilangkan rasa bosan.. Dari penuturan diatas sangat disayangkan sekali seharusnya hari lebaran adalah hari yang baik untuk saling maaf-memaafkan bukan untuk saling menyimpan dendam. Sejatinya lebaran adalah momentum sakral untuk berkumpul dan bersilahturrahmi dengan keluarga dan saling memaafkan untuk kembali kepada fitri. Senada dengan hal ini Habib Faisal seorang aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) UMN Al Washliyah mengatakan “ Bahwa surgamu terletak pada kedua orang tuamu dan perbuatan tersebut sama saja dengan durhaka kepada orang tua. Dihari lebaran seharusnya dijadikan moment untuk saling bermaaf-maafan. Namun apabila terkendala dengan kondisi keuangan maka bertawakallah ada rencana ALLAH dibalik itu. Sesibuk apapun, pulang ke kampung halaman adalah hal yang penting dan paling ditunggu-tunggu setiap tahun”tuturnya.
Mudik aman dan nyaman
            Berbicara tentang mudik tidak terlepas dengan transportasi khas mudik apalagi kalau bukan bus,kereta api dan sepeda motor (kereta). Namun sekarang ini telah banyak perusahaan-perusahaan atau instansi yang memfasilitasi mudik gratis untuk masyarakat umum. Hal ini dijadikan para mahasiswa untuk mudik tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Dengan begitu tidak ada alasan untuk tidak mudik. Bagi yang tidak memiliki sepeda motor ,bus adalah andalan mudik yang paling ekonomis khusunya untuk para mahasiswa. Walaupun harus duduk berjam-jam dan  berdesakkan dengan penumpang yang lain namun ini sepertinya bukan kendala yang berarti dan tidak menyurutkan semangat untuk merayakan lebaran bersama keluarga tercinta. Transportasi apapun yang digunakan saat mudik hendaknya tetap mementingkan keselamatan ya..
Agar mudik kamu aman dan nyaman ketika mudik dengan bus berikut tipsnya;
1.  Walaupun  kamu mudik dengan bus kamu juga harus mengutamakan kesehatan. Persiapkan fisik agar tetap sehat saat diperjalanan, sehingga ketika sampai di kampung halaman kamu dapat merayakan lebaran dengan fisik yang sehat.
2.   Berhati-hatilah dalam menjaga barang-barang bawaanmu, jangan diletakkan ditempat yang tidak bisa kamu jangkau dengan penglihatanmu karena bisa saja barang-barangmu akan terbawa oleh orang lain baik sengaja maupun tidak  disengaja.
3.   Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, hal ini untuk mengantisipasi agar kamu terhindar dari tindakan  kriminal seperti hipnotis dan penipuan.
4.   Jangan terlalu banyak membawa barang, bawalah barang yang penting saja, ini akan memudahkanmu dalam perjalanan.
5.   Jangan menerima makanan dan minuman dari orang yang belum kamu kenal.
6.   Jangan berpakaian yang mengundang kejahatan.
7.   Tidak menunjukkan barang-barang berharga seperti emas dan handphone.

Untuk yang mudik dengan menggunakan transportasi kereta api tantangan beratnya adalah  harus berlomba-lomba  berburu tiket sebelum kehabisan dan harus berdesak-desakkan juga dengan sesama penumpang lainnya. Sebaiknya belilah tiket di tempat penjualan tiket yang resmi. Jangan membeli tiket kepada calo yang tidak bertanggungjawab sebab selain harganya yang lebih mahal, bisa saja kamu tidak jadi pulang ke kampung halaman karena telah ditipu oleh calo tersebut.

Bagi kamu yang mudik dengan kendaraan sepeda motor (kereta) jagalah keselamatanmu. Berikut tips mudik ala sepeda motor:
1.   Periksalah kendaraan kamu sebelum mudik,pastikan dalam keadaan baik tidak terjadi kerusakan terutama pada bagian rem,roda,gigi dan lain-lain. Jika perlu bawalah kendaraanmu ke bengkel untuk lebih memestikannya.
2.   Persiapkan fisikmu,pastikan kamu dalam kondisi yang sedang sehat dan prima, beristirahatlah yang cukup sebelum berangkat.
3.   Jangan membawa barang terlalu banyak, bawalah yang penting –penting saja agar kamu tidak terganggu dalam mengendarai sepeda motormu.
4.   Pastikan kamu membawa tanda pengenal(identitas diri) seperti KTP dan surat surat kendaraanmu seperti SIM,STNK.
5.   Jangan lupa pakai helm,jaket,sarung tangan, dan baju hujan.
6.   Berhentilah sejenak pada pos-pos mudik atau tempat peristirahatan lainnya  setiap  setengah atau satu jam untuk melepas lelah. Ini mengantisipasi kamu agar selamat sampai tujuan.
7.   Rajinlah untuk memeriksa bahan bakar kendaraanmu agar tidak kehabisan ditempat yang sulit ditemukan SPBU.

Beberapa tips diatas bisa dijadikan panduan mudikmu loh sahabat belia….
Walaupun kamu sudah tidak sabar lagi untuk merayakan lebaran bersama keluarga tercinta tetapi keselamatan harus nomor satu kan!seperti pepatah jawa mengatakan  ‘ Alon-alon asal klakon’ atau dalam bahasa Indonesianya pelan-pelan asal sampai ketujuan.  Dan yang tidak kalah pentingnya adalah agar kamu selamat sampai tujuan,kamu harus mematuhi peraturan lalu lintas  ya…
Patuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas dan jangan berboncengan lebih dari dua orang. So, tunggu apalagi? Segeralah mudik……  mumpung masih ada waktu.
Semoga mudik kali ini langkah kita diiringi oleh ALLAH agar selamat,sehat sampai tujuan.

Selamat hari lebaran…….


Catatan diary 28 Agustus 2011 
selama kami magang menjadi Reporter Tamu di Harian Medan Bisnis, banyak pengalaman seru, bahagia, maupun sedih.

       Ajeng Miftahul Ula
             (KOMA/UMN Al –Washliyah)

Tidak terasa sudah diliputan yang ketiga kami menemani sahabat belia, jujur sekarang kami khususnya saya sudah benar-benar menemukan keasyikan tersendiri menjadi reporter tamu sebab pada awal peliputan masih agak sulit dan pusing memikirkannya. Sekarang sudah enjoy……

      Dina syahfitri Lubis
             (KOMA/UMN Al –Washliyah)

Ramadhan berangsur usai, sedangkan syawal mulai menyapa dengan suka cita. Ada kebahagiaan di ramadhan ini. Bisa bersama-sama mengisi aktifitas dengan sahabat belia. Semoga dibulan pembelajaran ini kita bisa meningkatkan ibadah dan tak lelah untuk berkarya. Nah sekarang yok waktunya bergegas tuk mudik…Mudik asyik tingkatkan silahturahmi. Selamat hari lebaran.

Ayu Sundari Lestari
(KOMA/UMN Al –Washliyah)
Diliputan ketiga rasa lelah mulai mendera. Tapi memang begitulah resikonya kalau kita ingin mewujudkan mimpi. Namun, yang jelas banyak pengalaman baru yang didapatkan. Pengalaman yang pastinya akan berguna untuk saya.